Jumat, 23 April 2010

Kepribadian seseorang melalui tulisan (Komentar FB)

Setelah hampir setahun mengamati FB, banyak pengalaman yang didapat. Penelitian kecil-kecilan yang kulakukan ternyata lumayan berhasil membaca karakter seseorang melalui tulisan alias komentar di FB. Mulai dari memasang status atau note yang baik sampai memasang status yang kontroversi. Banyak hal yang bisa dipelajari, senang rasanya banyak yang berpartisipasi dan membuat penelitian ini serasa lebih hidup karena tidak ada seorang pun yang tahu, mereka adalah sebagai obyek penetian. Ya, penelitian yang valid itu, dengan meneliti tanpa si obyek tahu atau merasa mereka sedang menjadi obyek perhatian, sehingga berjalan alami apa adanya dan tidak banyak terjadi "Acting".

Sedikit membagi hasil yang didapat dari penelitian ini :

1. Status atau note dengan kata-kata yang baik/bijak, karakteristik para komentator :
- ada yang sekedar ingin eksis, memberikan jempol, atau komentar tak berarti,
- ada yang memang setuju dengan memberikan komentar seadanya dan jempol.
- ada yang berpikir kritis dan mencoba lebih menghidupkan dengan memberikan kata-kata yang bijak jg
- dll.

2. Status atau note kontroversi, karakteristik para komentator :
- jika ada yang merasa bahwa mereka setuju, mereka akan mendukung dan memberikan komentar yang positif.
- jika ada yang merasa tersindir, mereka berusaha sekuat tenaga membela pendapatnya, dan menyalahkan sang penulis.
- ada yang dengan gampangnya mengeluarkan kata-kata sadis dan sering berkata kasar (ini ciri-ciri orang yang sulit mengontrol emosi)
- ada yang blak-blakan memberikan komentar
- ada juga yang bersifat sportif, mengakui kesalahan, dan memberikan alasan mengapa mereka begitu.
- atau ada yang berpikir kritis dan mencoba menganalisa dengan bijak. (ini ciri-ciri orang yang cerdas)

tetapi rata-rata mereka yang memberikan komentar di bagian yang kontroversi, mereka yang bersifat sedikit keras atau malah keras, dan kebanyakan justru melimpahkan kekesalan mereka dengan berpikir negatif lg tentang orang lain. (makanya di Indonesia banyak terjadi kisruh, karena mereka tidak mau berpikir positif dan memandang sesuatu yang berbeda dgn pandangan mereka adalah "lawan" yang harus dijatuhkan)

3. Status atau note "menggambarkan diri / keadaan seseorang", karakteristik para komentator :
- sama seperti point no.1, lebih byk yang sekedar iseng menanggapi.
- ada juga yang merasa iri, dan memandang negatif tentang orang tersebut, serta menuliskan komentar yang sedikit kasar. Biasanya yang merasa iri, mereka menggosipkan apa yang dituliskan sang penulis dan menjelek2an penulis di belakang.
- ada juga yang memberikan nasihat (tentunya ada nasihat positif atau nasehat menyindir)
- dll.

Tidak banyak yang dapat aku sampaikan dengan hasil penelitian ini, karena kalau semua dijabarkan tentunya akan menjadi sebuah buku :D. Terima kasih buat semua yang sudah terlibat, termasuk pacar, sepupu, mahasiswaku, teman-teman semua. Semua ini akan menjadikan sebuah referensi untuk penulisan tesisku kelak tentang "menulis". Setidaknya dari sini dapat memberikan gambaran berbagaimacam karakteristik penulis (komentator melalui tulisan). Mohon maaf jika ada yang merasa terdzolimi, bintang tidak mempunyai maksud apa-apa kok, dan bintang juga tidak akan jadi benci bagi yang memberikan komentar tidak mengenakan. Semua ini sudah menjadi resiko penelitian.

Sekali lagi....Makasi ya ^^

Kamis, 08 April 2010

Penilaian yang Berbeda

Pernahkah kamu menuliskan atau membicarakan sesuatu, tetapi orang lain beranggapan beda?

Jawabannya pasti pernah, atau malah sering. Allah menciptakan akal manusia untuk berpikir sehingga membedakan kita dengan makhluk lainnya. Pikiran setiap manusia pasti berbeda, ada yang selalu berpandangan positif atau ada jg yang berpandangan negatif, yang menilai seseorang hanya dari buruknya saja.

Merasa sakit tentunya jika orang berpandangan buruk tentang kita, tetapi kita tidak bermaksud melakukan apa yang dia pikirkan. Lalu apa yang harus kita lakukan? Membela dirikah atau lebih baik diam? Keputusan yang sangat sulit tentunya.

Bila memilih membela diri, membuat hati lega, karena bisa mengatakan maksud yang sesungguhnya, tetapi belum tentu orang yang menilai kita berbeda itu menerima dengan baik apa yang kita utarakan. Bisa juga orang itu malah menambah masalah, dan membuat perdebatan kian menjadi. 

Pilihan kedua, lebih baik diam. Tetapi dengan diam, semua perasaan dipendam di hati. Kegelisahan akan terus menggeluti, karena merasa benar tetapi disalahkan. Lebih bagus kalau bisa mengindahkan semua perasaan itu, mengacuhkan opini buruk orang, dan berpikir "Biarkan mereka menilaiku buruk, asalkan Allah tidak menilaiku seperti itu." Berpikir dengan bijaksana dan memaafkan seikhlasnya hati. Sederhana tetapi sulit untuk dilakukan. Walau sudah memaafkan, tetapi belum tentu ikhlas, karena masih memikirkan apa yang diutarakan orang lain itu, memendam dalam hati, terus dipendam dan akhirnya "meledak".

Pilihan yang sulit tentunya. Tetapi lebih baik membela diri, lalu lihat respon orang tersebut. Jika dia masih saja menambah masalah dan mencari-cari kelemahan kita. Lebih baik berikan senyuman dan ucapkan terimakasih daripada melawan dengan kata-kata.

Senyuman akan meredakan amarah yang ada di dada, dan membuat orang itu akan tidak enak hati sendiri. 

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (Riwayat Bukhori dan Muslim)


Minggu, 21 Maret 2010

negeri atau swasta?

adik-adik yang cemas menghadapi UAN, setelah itu akan menghadapi problema ujian masuk perguruan tinggi. Hampir semuanya bercita-cita masuk PTN, termasuk ketika saya masih bersekolah dulu. Ya kejadian hampir 6 tahun yang lalu, betapa kecewanya ketika melihat pengumuman di koran, tetapi nomor ujian yang dicari tidak terpampang. Bagaimana perasaan saya? Sedih kah? Sudah pasti sedih. Melihat semua anggota keluarga di rumah kuliah di PTN, mulai dari bapak Ekonomi UNAND, ibu tata boga- UNJ, dan abang fasilkom-UI, sedangkan saya gagal. Tetapi kesedihan itu tak berlangsung lama, saya bersyukur mempunyai ke dua orang tua yang selalu mendukung anaknya, menegarkan hati anaknya ketika sedang gundah gulana.

Saya masih teringat ketika ibu memberikan nasehat "Mau kuliah di negeri atau swasta sama saja, yang penting kamu serius menjalankannya, kamu akan sukses!" Kata-kata itu menegarkan hati yang resah. 

Kebetulan di SMA N 21 ada test gratis masuk PTS Gunadarma, waktu itu saya lolos test untuk mendapatkan program beasiswa. Kala itu saya yang sudah bingung menentukan ingin masuk PTS akhirnya setelah konsultasi dengan kerabat, memberanikan diri mencoba memilih universitas tersebut, tetapi sayangnya jurusan yang saya inginkan tidak ada. Saya berkeinginan kuliah mengambil disain grafis, sebelum lulus UAN, sudah diterima di PTS Trisakti jurusan disain grafis, tetapi ketika lebih dalam melihat lingkungan kampus, hati ini menjadi tidak begitu yakin. Akhirnya cita-cita menjadi disainer dilepaskan. 

Ibu menyarankan untuk mengambil jurusan komputer, jurusan di luar pilihan, jurusan yang tidak pernah terpikirkan di dalam benak. Dengan memohon doa kepada Allah, saya mengikuti saran dari orang tercinta. Ketika itu saya berjanji untuk tidak mengecewakan mereka lagi. Sudah cukup diri ini mengecewakan mereka dengan tidak dapat masuk ke PTN.

Hari demi hari kuliah dijalankan, Alhamdulillah IPK selalu di atas 3, saya selalu mengusahakan yang terbaik. Tiba saatnya ada perekrutan asisten di kampus, saya mencoba mengikuti tes demi tes dengan baik, walau tidak dengan persiapan yang matang Allah memberikan kepercayaan untuk menjadi seorang asisten. Walau waktu belajar mulai terbagi, saya menjadi semakin baik mengatur waktu, IPK tidak turun, melainkan selalu naik, dan Alhamdulillah lagi-lagi Allah memberikan nikmatnya. Saya termasuk mahasiswa yang mendapatkan beasiswa prestasi, uang jutaan rupiah saya dapatkan berkat IPK yang selama ini dicapai. 

"Benar kan kata ibu? kalau kamu mau berusaha keras, kuliah dimanapun tidak menjadi masalah, sekarang kamu bisa bangga menjadi mahasiswa berprestasi,  sudah bisa dapat uang jajan dari asisten, dan uang jutaan dari hasil belajar. Abang kamu memang bangga kuliah di UI, tetapi dia tidak dapat uang seperti kamu. Allah itu adil kok. Kenapa harus malu mengatakan kamu kuliah di PTS? Seharusnya kamu bangga menyebutkan nama amamatermu." Kata-kata ibu memang selalu menyejukan anaknya.

Sejak itu saya tidak malu lagi mengatakan saya berkuliah di PTS, saya yakin setiap orang yang mau berusaha pasti Allah akan memberikan yang terbaik. Kuliah di Negeri atau Swasta tidak menentukan kesuksesanmu, kerja keras dan doalah yang akan membawamu menuju kesuksesan yang sebenarnya. ^^

Kamis, 18 Maret 2010

Baik "karena"

"Banyak orang baik di dunia ini, tetapi mereka baik dengan karena, bukan dengan ikhlas...."

Itu adalah kalimat yang waktu itu tiba-tiba terlintas dipikiranku.


Aku pun merasa menjadi orang baik dengan "karena", mungkin hanya sesekali menjadi orang baik dengan ikhlas.  Tidak usah melihat contoh jauh-jauh. Kita lihat saja perilaku kita sehari-hari terhadap orang tua. Misalkan, pagi hari orang tua kita membangunkan kita yang sedang tertidur lelap untuk membeli sesuatu di warung. Walau tanpa mendumel tetapi dengan setengah hati kita beranjak dari singgasana penghantar mimpi, saat itu kita terlihat menjadi anak yang baik. Baik "karena" kita melakukan itu takut durhaka terhadap orang tua, tetapi dalam hati tidak ikhlas.

Bisa juga kita rasakan hal itu, jika kita berada di lingkungan pekerjaan, apakah benar kita bersikap baik dengan ikhlas, atau dengan "karena" juga. Karena kita sudah digaji, karena kita hanya bawahan, atau karena kita memang berkewajiban untuk selalu senyum kepada pelanggan. Sulit memang menanamkan keikhlasan di hati kita, walau di hal sekecil apapun. Pasti kebanyakan dengan faktor "karena".

Ya ilmu ikhlas itu terdengar ringan. Tetapi sulit untuk dipraktekan. Seberapa besar kita mencoba untuk ikhlas, terkadang muncul sifat alami sebagai manusia yang tak pernah sempurna. Hanya Allah yang bisa menilai keikhlasan yang ada dihati.

Semoga Allah selalu menjadikan kita orang ikhlas dalam melakukan segala amal kebaikan. Amin ^^

Senin, 15 Februari 2010

POAC


Secara umum, dunia manajemen menggunakan prinsip POAC. atau Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Prinsip manajemen ini banyak digunakan oleh organisasi dewasa ini untuk memajukan dan mengelola organisasi mereka. Berikut akan kami jelaskan masing masing point tersebut :


Planning 
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”. (Al Anfaal ayat 60)

Dalam perencanaan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Yaitu harusSMART yaitu Specific artinya perencanaan harus jelas maksud maupun ruang lingkupnya. Tidak terlalu melebar dan terlalu idealis. Measurable artinya program kerja atau rencana harus dapat diukur tingkat keberhasilannya. Achievable artinya dapat dicapai. Jadi bukan anggan-angan. Realistic artinya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi tetap ada tantangan. Time artinya ada batas waktu yang jelas. Mingguan, bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan. Sehingga mudah dinilai dan dievaluasi.

Organizing 
“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”.(Ash Shaff ayat 4).

Agar tujuan tercapai maka dibutuhkan pengorganisasian. Dalam perusahaan biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi. Yang kemudian dipecah menjadi berbagai jabatan. Pada setiap jabatan biasanya memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang dan uraian jabatan (Job Description). Semakin tinggi suatu jabatan biasanya semakin tinggi tugas, tanggung jawab dan wewenangnya. Biasanya juga semakin besar penghasilannya. Dengan pembagian tugas tersebut maka pekerjaan menjadi ringan. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Disinilah salah satu prinsip dari manajemen. Yaitu membagi-bagi tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing.

Actuating
“Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At Taubah 105).

Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja. Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang telah disusun. Kecuali memang ada hal-hal khusus sehingga perlu dilakukan penyesuian. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.

Controlling 
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”(Al Qaaf 16-18).

Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengontrolan. Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit. Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pengorganisasian. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan koreksi, antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan zaman.




Sumber http://syaddad.wordpress.com

Rabu, 03 Februari 2010

POLISI MESIR yg aneh

copas dari thread yang aku buat di kaskus ^^


http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1008862

Kejadiannya pas agustus tahun lalu, saat gw liburan ke Mesir
Setelah seharian tour keliling Mesir
gw minta sama tour guide na ( kebetulan org Indonesia yg kuliah di Al-Azhar) untuk jalan2 ke pusat kota coz gw pengen nyobain naik subway (kereta bawah tanah) disana

akhirnya gw pergi b-5 dgn tmn2 satu tour (yg remaja aja, ortu tinggal di hotel)
untuk menuju ke stasiun gw naik bus (sama aja kyk bus di indo..aga butut )
sampe disana gw beli tiket truz nunggu sampe kreta na datang
sambil nunggu, gw keluarin kamera HP, truz pngen foto2 gitu
(maklum cewek, narsis dikit)
baru maw take pic, tiba2 police Mesir datangin gw
dan ngerampas HP gw

nah..gw bingung..dia nyerocos pke bhs Arab gitu, mana gw ngerti 
trz HP gw dibuka2 gt

akhirnya tour guide gw turun tangan dan ngobrol sama polisi itu pake bhs Arab juga
gw cuma bengong aja denger mereka ngomong
baru deh setelah 2-3mnt HP gw dibalikkin

trz tour guidenya cerita
klo polisi itu nyangka gw mata-mata asing yg maw menyadap stasiun subway Mesir.
gw dan tmn2 ngakak habiz, untung aja tour guide nya ngejelasin.
klo kita cm turis yg ingin jalan2 aja.

hahaha..aneh2 aja polisi sana..lagian..curiga nya terlalu berlebihan.
padahal gw dan tmn2 cuma bpenampilan biasa aja.

maka nya sejak itu gw ga berani lagi keluarin HP yg pake kamera klo jalan di pusat kota.
mgkn orang sana HP na msh jadul kali ya.
jadi ga pernah liat HP camera 



ini gw ksh pic police Mesir

Makan di Resto Mesir kayak di Penjara

copas..dari thread yg kubuat di kaskus.. ^^
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1036508

gw mau share lg neh, setelah kemaren cerita tentang "Polisi Mesir yg Aneh"
skr cerita tentang tempat makan yg gw kunjungi di salah satu resto Mesir

disana gw nyobain masakkan Mesir macaroni + nasi, lalu bumbunya kayak spagetti gt (maap kalau tulisannya salah)

pas gw makan, gila rasa makanannya ga karuan gt
(masih enakkan masakkan Indonesia deh)
gurih ga, pedes jg ga, tp aga asem
udah itu pas gw tambahan cabe, tetep aja ga pedes
(kata orang Indonesia di Mesir, sambel disini memang ga pedes)

pas gw mau minum air putih ternyata disini cuma disediain beberapa gelas yg di pakai beramai-ramai dgn pengunjung lain tanpa dicuci 
untung aja gw beli air mineral botol

ini gw kasih pic contoh makanan dan mangkok aluminium (kyk di penjara) yg di pakai di Resto Mesir