Suatu hari seorang bapak tua hendak menumpang bus.
Pada saat ia menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan.
Lalu pintu tertutup dan bus mulai bergerak, sehingga ia tidak bisa memungut kembali sepatu yang terlepas tadi.
Lalu si bapak tua itu dengan tenang melepaskan sepatunya yang sebelah dan melemparkannya keluar jendela.
Saya yang duduk dalam bus melihat kejadian itu, dan bertanya kepada si bapak tua, "Aku memperhatikan apa yang Anda lakukan Pak, Mengapa Anda melempakan sepatu Anda yang sebelah/satunya juga ?"
Si bapak tua menjawab, "Supaya siapapun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya."
Note :
Apa yang saya dapatkan dari cerita di atas, adalah memahami filosofi dasar dalam hidup, jangan mempertahankan sesuatu hanya karena kamu ingin memilikinya atau karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya.
Kita kehilangan banyak hal! di sepanjang masa hidup.
Kehilangan tersebut pada awalnya tampak seperti tidak adil bagi kita dan merisaukan, tapi itu terjadi supaya ada perubahan positif yang terjadi dalam hidup kita.
Kalimat di atas tidak dapat diartikan kita hanya boleh kehilangan hal-hal jelek saja.
Kadang, kita juga kehilangan banyak hal-hal baik dalam hidup.
Ini semua dapat diartikan : supaya kita bisa menjadi dewasa secara emosional dan spiritual, pertukaran antara kehilangan sesuatu dan mendapatkan sesuatu haruslah terjadi.
Seperti si bapak tua dalam cerita tadi, kita harus belajar untuk melepaskan sesuatu.
Tuhan sudah menentukan bahwa memang itulah saatnya si bapak tua kehilangan sepatunya.
Mungkin saja peristiwa itu terjadi supaya si bapak tua nantinya bisa mendapatkan sepasang sepatu yang lebih baik.
Satu sepatu hilang.
Dan sepatu yang tinggal sebelah tidak akan banyak bernilai bagi si bapak.
Tapi dengan melemparkannya ke luar jendela, sepatu itu akan menjadi hadiah yang berharga bagi gelandangan yang membutuhkan.
Yang perlu kita sadari adalah Ketika pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka.
Tetapi, seringkali kita memandang terlalu lama pada pintu yang tertutup hingga kita tidak melihat pintu yang lain, yang telah terbuka bagi kita.
Mereka yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki yang terbaik dari segala sesuatu.
Mereka hanya mengoptimalkan segala sesuatu yang datang dalam perjalanan hidup mereka.
Kadang ada hal-hal yang tdk ingin kita lepaskan, orang - orang yang tdk ingin kita tinggalkan tapi ada saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang bukan karena orang itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.
Memang, kadang ada hal yang menyakitkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, dan pada akhirnya menjadi tidak berarti lagi, dan kamu harus membiarkannya pergi.
Berkeras mempertahankannya tidak membuat kita atau dunia menjadi lebih baik.
Kita semua harus memutuskan kapan suatu hal atau seseorang masuk dalam hidup kita, atau kapan saatnya kita lebih baik bersama yang lain.
Kita tidak ingin melepaskan seseorang
ketika kebahagiaan kita sangat bergantung pada orang itu.
Kita tidak ingin melepaskan seseorang
ketika kita merasa dia itu ganteng, cantik, teristimewa dibandingkan dgn yang lain.
Kita tidak ingin melepaskan seseorang
ketika kita takut tidak dapat menemukan yang seperti dia.
Kita tidak ingin melepaskan seseorang
ketika begitu banyak saat-saat indah senantiasa terbayang di benak kita.
Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika hati kita berkata "Saya sangat mencintainya".
Ingatlah !!
Melepaskan bukanlah akhir dari dunia melainkan awal dari suatu kehidupan baru...
Kita harus melepaskan seseorang karena kebahagiaan kita tidak tergantung padanya.
Kita harus melepaskan seseorang karena kita menyadari yang ganteng,yang cantik, yang istimewa belum tentu yang terbaik buat kita.
Kita harus melepaskan seseorang karena kita tahu jika Tuhan mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.
Kita harus melepaskan seseorang ketika saat-saat indah hanyalah tinggal masa lalu.
Kita harus melepaskan seseorang karena kepala kita berkata "tidak ada lagi yang dapat dipertahankan".
Kegagalan tidak berarti Anda tidak mencapai apa-apa...
namun Anda telah memahami sesuatu...!
Segala sesuatu ada waktunya, ada saat mempertahankan, ada saat melepaskan...!!
Pada saatnya, kita harus mengumpulkan keberanian untuk melepaskannya.
Kita harus berani melepaskan ketika Tuhan menyentuh hati kita dan berkata kepada kita : "Lepaskan!"
Kamis, 10 Juni 2010
Jumat, 04 Juni 2010
KENAPA YAHUDI PINTAR ???
(*Sangat Bijak Apabila Anda meluangkan waktu Membaca Catatan ini)
Ada seorang pembaca Catatan ini yg menyarankan agar catatan ini menjadi bacaan wajib bagi bangsa Indonesia. Bagaimana dgn anda?
-------------------------- -------------------------- -------------------------
Agar semakin banyak yg membaca catatan ini, silahkan di-share!
__________________________ _________________________
Bangsa Yahudi adalah salah satu bangsa yang menguasai dunia karena kecerdasan dan kelicikannya baik dari segi sains, bisnis, maupun teknologi.
Allah Ta'ala memang telah menganugrahkan kepada bangsa Yahudi suatu kelebihan berupa otak yang cemerlang. Dan sungguh sangat menarik mengetahui kenapa orang Yahudi begitu pintar dan mempunyai kelebihan dibanding bangsa-bangsa lain di atas dunia ini. Tentu saja dalam hal ini hanyalah sebatas kelebihan dalam hal urusan keduniawian...
"dan Facebook yang sedang kita gunakan ini pun adalah hasil karya mereka"...
Berikut ini sebuah artikel yang akan memaparkan sedikit sebab dari fenomena kelebihan mereka ini.
Marilah kita simak dengan seksama artikel di bawah ini, kemudian membahasnya bersama di kolom komentar dan jangan lupa mari kita SHARE / BAGIKAN agar saudara-saudara kita juga mempunyai kesempatan membaca artikel berharga ini.
Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"
Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
Persiapan Melahirkan
Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.
Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?"
Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.
Cara Makan
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),"
ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
ROKOK
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.
Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.
Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.
Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.
1 - 6 SD
Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !" katanya.
Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.
Sekolah Menengah - Perguruan Tinggi
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!
Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya.
Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan.. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?
PENDIDIKAN ANAK DI PALESTINA
Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.
Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.
Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.
Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.
Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.
Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
"Lihat saja Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu.
Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!
"Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?"
Majalah Sabili
Dicopy dari :
Note from Izzah Ummah
Tambahan :
* Jika ada buah, mendahulukan makan buah sebelum makan berat adalah sesuai dengan sunnah/cara makan Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam.
* Memanah, berkuda, dan berenang adalah olahraga yang paling dianjurkan oleh Rasulullah Sallalahu 'alaqihi wasallam kepada ummatnya.
* Untuk ibu yang sedang mengandung, sangat dianjurkan untuk sering membaca atau mendengarkan Al-Qur'an.
Yahudi dan Babi
Setelah diedit
Wah ternyata pada tulisan saya ini sebelum di-edit, saya benar-benar salah paham dan salah informasi tentang kebiasaan orang yahudi memakan babi. Ternyata orang yahudi juga sama dengan orang Islam, yaitu tidak memakan Babi...
Jazakumullahu Khoir akhi Arlinda Herman 'Jr atas koreksinya.
Yahudi dan ROKOK
Sebagaimana kita telah baca dalam artikel diatas, rokok adalah barang yang tabu bagi mereka. Akan tetapi tahukah anda Philip Morris adalah seorang Yahudi, adalah pemilik perusahaan rokok yang telah menguasai 50% pasar rokok di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia, HM Sampoerna adalah termasuk milik Philip Morris.
Jadi apa yang bisa anda banggakan wahai perokok??? Bertaubatlah.
Wallahu 'alam
Terimakasih
Semoga bermanfaat.
Silahkan di SHARE / BAGIKAN agar saudara-saudara kita juga mempunyai kesempatan membaca artikel berharga ini.
Ada seorang pembaca Catatan ini yg menyarankan agar catatan ini menjadi bacaan wajib bagi bangsa Indonesia. Bagaimana dgn anda?
--------------------------
Agar semakin banyak yg membaca catatan ini, silahkan di-share!
__________________________
Bangsa Yahudi adalah salah satu bangsa yang menguasai dunia karena kecerdasan dan kelicikannya baik dari segi sains, bisnis, maupun teknologi.
Allah Ta'ala memang telah menganugrahkan kepada bangsa Yahudi suatu kelebihan berupa otak yang cemerlang. Dan sungguh sangat menarik mengetahui kenapa orang Yahudi begitu pintar dan mempunyai kelebihan dibanding bangsa-bangsa lain di atas dunia ini. Tentu saja dalam hal ini hanyalah sebatas kelebihan dalam hal urusan keduniawian...
"dan Facebook yang sedang kita gunakan ini pun adalah hasil karya mereka"...
Berikut ini sebuah artikel yang akan memaparkan sedikit sebab dari fenomena kelebihan mereka ini.
Marilah kita simak dengan seksama artikel di bawah ini, kemudian membahasnya bersama di kolom komentar dan jangan lupa mari kita SHARE / BAGIKAN agar saudara-saudara kita juga mempunyai kesempatan membaca artikel berharga ini.
Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"
Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
Persiapan Melahirkan
Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.
Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?"
Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.
Cara Makan
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),"
ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
ROKOK
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.
Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.
Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.
Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.
1 - 6 SD
Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !" katanya.
Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.
Sekolah Menengah - Perguruan Tinggi
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!
Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya.
Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan.. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?
PENDIDIKAN ANAK DI PALESTINA
Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.
Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.
Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.
Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.
Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.
Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
"Lihat saja Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu.
Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!
"Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?"
Majalah Sabili
Dicopy dari :
Note from Izzah Ummah
Tambahan :
* Jika ada buah, mendahulukan makan buah sebelum makan berat adalah sesuai dengan sunnah/cara makan Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam.
* Memanah, berkuda, dan berenang adalah olahraga yang paling dianjurkan oleh Rasulullah Sallalahu 'alaqihi wasallam kepada ummatnya.
* Untuk ibu yang sedang mengandung, sangat dianjurkan untuk sering membaca atau mendengarkan Al-Qur'an.
Yahudi dan Babi
Setelah diedit
Wah ternyata pada tulisan saya ini sebelum di-edit, saya benar-benar salah paham dan salah informasi tentang kebiasaan orang yahudi memakan babi. Ternyata orang yahudi juga sama dengan orang Islam, yaitu tidak memakan Babi...
Jazakumullahu Khoir akhi Arlinda Herman 'Jr atas koreksinya.
Yahudi dan ROKOK
Sebagaimana kita telah baca dalam artikel diatas, rokok adalah barang yang tabu bagi mereka. Akan tetapi tahukah anda Philip Morris adalah seorang Yahudi, adalah pemilik perusahaan rokok yang telah menguasai 50% pasar rokok di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia, HM Sampoerna adalah termasuk milik Philip Morris.
Jadi apa yang bisa anda banggakan wahai perokok??? Bertaubatlah.
Wallahu 'alam
Terimakasih
Semoga bermanfaat.
Silahkan di SHARE / BAGIKAN agar saudara-saudara kita juga mempunyai kesempatan membaca artikel berharga ini.
Minggu, 25 April 2010
INTEGRASI TIK DALAM KURIKULUM
BAB I
PENDAHULUAN
Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang terus, bahkan dewasa ini berlangsung dengan pesat. Pengaruhnya meluas ke berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan. Pendidikan tidak antipati atau alergi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun sebaliknya menjadi subyek atau pelopor dalam pengembangannnya.
Sistem pendidikan di Indonesia selalu mengalami perubahan yang tujuannya untuk mewujudkan sistem pendidikan menjadi lebih berkualitas, dengan kurikulum yang lebih baik untuk menghasilkan lulusan yang lebih baik pula. Adapun tujuan sistem pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mamdiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung-jawab.
Kajian kurikulum juga tidak terlepas dari aspek pembelajaran karena kurikulum dan pembelajaran memiliki keterkaitan yang sangat erat. Kurikulum adalah alat untuk mencapai pendidikan, sedangkan pembelajaran adalah operasionalisasi dari kurikulum untuk pencapaian tujuan pembelajaran.
Proses pembelajaran telah berlangsung sejak jaman dahulu. Seiring dengan perjalanan waktu, berbagai perubahan terjadi dalam proses belajar mengajar. Demikian juga dengan desain pembelajaran. Peran dominan sekolah-sekolah tradisional dengan model tatap muka langsung di dalam suatu ruangan juga mulai bergeser bersamaan dengan perkembangan teknologi. Dewasa ini, seiring dengan perkembangan dan perubahan bidang ekonomi terutama sektor perdagangan yang semakin luas, memberi warna baru bagi para pekerjanya bahwa mereka harus siap dengan perubahan yang demikian pesat dan cepat. Sektor perdagangan pada masa sekarang ini telah menggunakan teknologi komunikasi dan informasi (TIK) yang semakin canggih. Oleh karena itu, penyelenggara pendidikan harus benar-benar mempersiapkan peserta didiknya untuk dapat menguasai TIK dengan baik.
TIK menjadi salah satu pilihan yang harus dikuasai oleh peserta didik pada masa sekarang ini. Perkembangan TIK mengalami perubahan pesat akibat perubahan ekonomi, soaial dan budaya dalam masyarakat. Perubahan diawali dari masyarat tradisional ke masyarakat industri dan dari masyarakat industri ke masyarakat informasi yang menyebabkan aktivitas manusia dalam pola komunikasi dewasa ini menembus ruang dan waktu. Perubahan inilah yang harus ditanggapi secara serius oleh para pelaku bidang pendidikan agar mampu menyesuaikan diri dengan perubahan TIK yang berkembang pesat.
Label:
integrasi TIK,
kurikulum,
TIK,
TIK dalam kurikulum
Jumat, 23 April 2010
Kepribadian seseorang melalui tulisan (Komentar FB)
Setelah hampir setahun mengamati FB, banyak pengalaman yang didapat. Penelitian kecil-kecilan yang kulakukan ternyata lumayan berhasil membaca karakter seseorang melalui tulisan alias komentar di FB. Mulai dari memasang status atau note yang baik sampai memasang status yang kontroversi. Banyak hal yang bisa dipelajari, senang rasanya banyak yang berpartisipasi dan membuat penelitian ini serasa lebih hidup karena tidak ada seorang pun yang tahu, mereka adalah sebagai obyek penetian. Ya, penelitian yang valid itu, dengan meneliti tanpa si obyek tahu atau merasa mereka sedang menjadi obyek perhatian, sehingga berjalan alami apa adanya dan tidak banyak terjadi "Acting".
Sedikit membagi hasil yang didapat dari penelitian ini :
1. Status atau note dengan kata-kata yang baik/bijak, karakteristik para komentator :
- ada yang sekedar ingin eksis, memberikan jempol, atau komentar tak berarti,
- ada yang memang setuju dengan memberikan komentar seadanya dan jempol.
- ada yang berpikir kritis dan mencoba lebih menghidupkan dengan memberikan kata-kata yang bijak jg
- dll.
2. Status atau note kontroversi, karakteristik para komentator :
- jika ada yang merasa bahwa mereka setuju, mereka akan mendukung dan memberikan komentar yang positif.
- jika ada yang merasa tersindir, mereka berusaha sekuat tenaga membela pendapatnya, dan menyalahkan sang penulis.
- ada yang dengan gampangnya mengeluarkan kata-kata sadis dan sering berkata kasar (ini ciri-ciri orang yang sulit mengontrol emosi)
- ada yang blak-blakan memberikan komentar
- ada juga yang bersifat sportif, mengakui kesalahan, dan memberikan alasan mengapa mereka begitu.
- atau ada yang berpikir kritis dan mencoba menganalisa dengan bijak. (ini ciri-ciri orang yang cerdas)
tetapi rata-rata mereka yang memberikan komentar di bagian yang kontroversi, mereka yang bersifat sedikit keras atau malah keras, dan kebanyakan justru melimpahkan kekesalan mereka dengan berpikir negatif lg tentang orang lain. (makanya di Indonesia banyak terjadi kisruh, karena mereka tidak mau berpikir positif dan memandang sesuatu yang berbeda dgn pandangan mereka adalah "lawan" yang harus dijatuhkan)
3. Status atau note "menggambarkan diri / keadaan seseorang", karakteristik para komentator :
- sama seperti point no.1, lebih byk yang sekedar iseng menanggapi.
- ada juga yang merasa iri, dan memandang negatif tentang orang tersebut, serta menuliskan komentar yang sedikit kasar. Biasanya yang merasa iri, mereka menggosipkan apa yang dituliskan sang penulis dan menjelek2an penulis di belakang.
- ada juga yang memberikan nasihat (tentunya ada nasihat positif atau nasehat menyindir)
- dll.
Tidak banyak yang dapat aku sampaikan dengan hasil penelitian ini, karena kalau semua dijabarkan tentunya akan menjadi sebuah buku :D. Terima kasih buat semua yang sudah terlibat, termasuk pacar, sepupu, mahasiswaku, teman-teman semua. Semua ini akan menjadikan sebuah referensi untuk penulisan tesisku kelak tentang "menulis". Setidaknya dari sini dapat memberikan gambaran berbagaimacam karakteristik penulis (komentator melalui tulisan). Mohon maaf jika ada yang merasa terdzolimi, bintang tidak mempunyai maksud apa-apa kok, dan bintang juga tidak akan jadi benci bagi yang memberikan komentar tidak mengenakan. Semua ini sudah menjadi resiko penelitian.
Sekali lagi....Makasi ya ^^
Kamis, 08 April 2010
Penilaian yang Berbeda
Pernahkah kamu menuliskan atau membicarakan sesuatu, tetapi orang lain beranggapan beda?
Jawabannya pasti pernah, atau malah sering. Allah menciptakan akal manusia untuk berpikir sehingga membedakan kita dengan makhluk lainnya. Pikiran setiap manusia pasti berbeda, ada yang selalu berpandangan positif atau ada jg yang berpandangan negatif, yang menilai seseorang hanya dari buruknya saja.
Merasa sakit tentunya jika orang berpandangan buruk tentang kita, tetapi kita tidak bermaksud melakukan apa yang dia pikirkan. Lalu apa yang harus kita lakukan? Membela dirikah atau lebih baik diam? Keputusan yang sangat sulit tentunya.
Bila memilih membela diri, membuat hati lega, karena bisa mengatakan maksud yang sesungguhnya, tetapi belum tentu orang yang menilai kita berbeda itu menerima dengan baik apa yang kita utarakan. Bisa juga orang itu malah menambah masalah, dan membuat perdebatan kian menjadi.
Pilihan kedua, lebih baik diam. Tetapi dengan diam, semua perasaan dipendam di hati. Kegelisahan akan terus menggeluti, karena merasa benar tetapi disalahkan. Lebih bagus kalau bisa mengindahkan semua perasaan itu, mengacuhkan opini buruk orang, dan berpikir "Biarkan mereka menilaiku buruk, asalkan Allah tidak menilaiku seperti itu." Berpikir dengan bijaksana dan memaafkan seikhlasnya hati. Sederhana tetapi sulit untuk dilakukan. Walau sudah memaafkan, tetapi belum tentu ikhlas, karena masih memikirkan apa yang diutarakan orang lain itu, memendam dalam hati, terus dipendam dan akhirnya "meledak".
Pilihan yang sulit tentunya. Tetapi lebih baik membela diri, lalu lihat respon orang tersebut. Jika dia masih saja menambah masalah dan mencari-cari kelemahan kita. Lebih baik berikan senyuman dan ucapkan terimakasih daripada melawan dengan kata-kata.
Senyuman akan meredakan amarah yang ada di dada, dan membuat orang itu akan tidak enak hati sendiri.
Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (Riwayat Bukhori dan Muslim)
Minggu, 21 Maret 2010
negeri atau swasta?
adik-adik yang cemas menghadapi UAN, setelah itu akan menghadapi problema ujian masuk perguruan tinggi. Hampir semuanya bercita-cita masuk PTN, termasuk ketika saya masih bersekolah dulu. Ya kejadian hampir 6 tahun yang lalu, betapa kecewanya ketika melihat pengumuman di koran, tetapi nomor ujian yang dicari tidak terpampang. Bagaimana perasaan saya? Sedih kah? Sudah pasti sedih. Melihat semua anggota keluarga di rumah kuliah di PTN, mulai dari bapak Ekonomi UNAND, ibu tata boga- UNJ, dan abang fasilkom-UI, sedangkan saya gagal. Tetapi kesedihan itu tak berlangsung lama, saya bersyukur mempunyai ke dua orang tua yang selalu mendukung anaknya, menegarkan hati anaknya ketika sedang gundah gulana.
Saya masih teringat ketika ibu memberikan nasehat "Mau kuliah di negeri atau swasta sama saja, yang penting kamu serius menjalankannya, kamu akan sukses!" Kata-kata itu menegarkan hati yang resah.
Kebetulan di SMA N 21 ada test gratis masuk PTS Gunadarma, waktu itu saya lolos test untuk mendapatkan program beasiswa. Kala itu saya yang sudah bingung menentukan ingin masuk PTS akhirnya setelah konsultasi dengan kerabat, memberanikan diri mencoba memilih universitas tersebut, tetapi sayangnya jurusan yang saya inginkan tidak ada. Saya berkeinginan kuliah mengambil disain grafis, sebelum lulus UAN, sudah diterima di PTS Trisakti jurusan disain grafis, tetapi ketika lebih dalam melihat lingkungan kampus, hati ini menjadi tidak begitu yakin. Akhirnya cita-cita menjadi disainer dilepaskan.
Ibu menyarankan untuk mengambil jurusan komputer, jurusan di luar pilihan, jurusan yang tidak pernah terpikirkan di dalam benak. Dengan memohon doa kepada Allah, saya mengikuti saran dari orang tercinta. Ketika itu saya berjanji untuk tidak mengecewakan mereka lagi. Sudah cukup diri ini mengecewakan mereka dengan tidak dapat masuk ke PTN.
Hari demi hari kuliah dijalankan, Alhamdulillah IPK selalu di atas 3, saya selalu mengusahakan yang terbaik. Tiba saatnya ada perekrutan asisten di kampus, saya mencoba mengikuti tes demi tes dengan baik, walau tidak dengan persiapan yang matang Allah memberikan kepercayaan untuk menjadi seorang asisten. Walau waktu belajar mulai terbagi, saya menjadi semakin baik mengatur waktu, IPK tidak turun, melainkan selalu naik, dan Alhamdulillah lagi-lagi Allah memberikan nikmatnya. Saya termasuk mahasiswa yang mendapatkan beasiswa prestasi, uang jutaan rupiah saya dapatkan berkat IPK yang selama ini dicapai.
"Benar kan kata ibu? kalau kamu mau berusaha keras, kuliah dimanapun tidak menjadi masalah, sekarang kamu bisa bangga menjadi mahasiswa berprestasi, sudah bisa dapat uang jajan dari asisten, dan uang jutaan dari hasil belajar. Abang kamu memang bangga kuliah di UI, tetapi dia tidak dapat uang seperti kamu. Allah itu adil kok. Kenapa harus malu mengatakan kamu kuliah di PTS? Seharusnya kamu bangga menyebutkan nama amamatermu." Kata-kata ibu memang selalu menyejukan anaknya.
Sejak itu saya tidak malu lagi mengatakan saya berkuliah di PTS, saya yakin setiap orang yang mau berusaha pasti Allah akan memberikan yang terbaik. Kuliah di Negeri atau Swasta tidak menentukan kesuksesanmu, kerja keras dan doalah yang akan membawamu menuju kesuksesan yang sebenarnya. ^^
Langganan:
Postingan (Atom)