Minggu, 21 Maret 2010

negeri atau swasta?

adik-adik yang cemas menghadapi UAN, setelah itu akan menghadapi problema ujian masuk perguruan tinggi. Hampir semuanya bercita-cita masuk PTN, termasuk ketika saya masih bersekolah dulu. Ya kejadian hampir 6 tahun yang lalu, betapa kecewanya ketika melihat pengumuman di koran, tetapi nomor ujian yang dicari tidak terpampang. Bagaimana perasaan saya? Sedih kah? Sudah pasti sedih. Melihat semua anggota keluarga di rumah kuliah di PTN, mulai dari bapak Ekonomi UNAND, ibu tata boga- UNJ, dan abang fasilkom-UI, sedangkan saya gagal. Tetapi kesedihan itu tak berlangsung lama, saya bersyukur mempunyai ke dua orang tua yang selalu mendukung anaknya, menegarkan hati anaknya ketika sedang gundah gulana.

Saya masih teringat ketika ibu memberikan nasehat "Mau kuliah di negeri atau swasta sama saja, yang penting kamu serius menjalankannya, kamu akan sukses!" Kata-kata itu menegarkan hati yang resah. 

Kebetulan di SMA N 21 ada test gratis masuk PTS Gunadarma, waktu itu saya lolos test untuk mendapatkan program beasiswa. Kala itu saya yang sudah bingung menentukan ingin masuk PTS akhirnya setelah konsultasi dengan kerabat, memberanikan diri mencoba memilih universitas tersebut, tetapi sayangnya jurusan yang saya inginkan tidak ada. Saya berkeinginan kuliah mengambil disain grafis, sebelum lulus UAN, sudah diterima di PTS Trisakti jurusan disain grafis, tetapi ketika lebih dalam melihat lingkungan kampus, hati ini menjadi tidak begitu yakin. Akhirnya cita-cita menjadi disainer dilepaskan. 

Ibu menyarankan untuk mengambil jurusan komputer, jurusan di luar pilihan, jurusan yang tidak pernah terpikirkan di dalam benak. Dengan memohon doa kepada Allah, saya mengikuti saran dari orang tercinta. Ketika itu saya berjanji untuk tidak mengecewakan mereka lagi. Sudah cukup diri ini mengecewakan mereka dengan tidak dapat masuk ke PTN.

Hari demi hari kuliah dijalankan, Alhamdulillah IPK selalu di atas 3, saya selalu mengusahakan yang terbaik. Tiba saatnya ada perekrutan asisten di kampus, saya mencoba mengikuti tes demi tes dengan baik, walau tidak dengan persiapan yang matang Allah memberikan kepercayaan untuk menjadi seorang asisten. Walau waktu belajar mulai terbagi, saya menjadi semakin baik mengatur waktu, IPK tidak turun, melainkan selalu naik, dan Alhamdulillah lagi-lagi Allah memberikan nikmatnya. Saya termasuk mahasiswa yang mendapatkan beasiswa prestasi, uang jutaan rupiah saya dapatkan berkat IPK yang selama ini dicapai. 

"Benar kan kata ibu? kalau kamu mau berusaha keras, kuliah dimanapun tidak menjadi masalah, sekarang kamu bisa bangga menjadi mahasiswa berprestasi,  sudah bisa dapat uang jajan dari asisten, dan uang jutaan dari hasil belajar. Abang kamu memang bangga kuliah di UI, tetapi dia tidak dapat uang seperti kamu. Allah itu adil kok. Kenapa harus malu mengatakan kamu kuliah di PTS? Seharusnya kamu bangga menyebutkan nama amamatermu." Kata-kata ibu memang selalu menyejukan anaknya.

Sejak itu saya tidak malu lagi mengatakan saya berkuliah di PTS, saya yakin setiap orang yang mau berusaha pasti Allah akan memberikan yang terbaik. Kuliah di Negeri atau Swasta tidak menentukan kesuksesanmu, kerja keras dan doalah yang akan membawamu menuju kesuksesan yang sebenarnya. ^^

Kamis, 18 Maret 2010

Baik "karena"

"Banyak orang baik di dunia ini, tetapi mereka baik dengan karena, bukan dengan ikhlas...."

Itu adalah kalimat yang waktu itu tiba-tiba terlintas dipikiranku.


Aku pun merasa menjadi orang baik dengan "karena", mungkin hanya sesekali menjadi orang baik dengan ikhlas.  Tidak usah melihat contoh jauh-jauh. Kita lihat saja perilaku kita sehari-hari terhadap orang tua. Misalkan, pagi hari orang tua kita membangunkan kita yang sedang tertidur lelap untuk membeli sesuatu di warung. Walau tanpa mendumel tetapi dengan setengah hati kita beranjak dari singgasana penghantar mimpi, saat itu kita terlihat menjadi anak yang baik. Baik "karena" kita melakukan itu takut durhaka terhadap orang tua, tetapi dalam hati tidak ikhlas.

Bisa juga kita rasakan hal itu, jika kita berada di lingkungan pekerjaan, apakah benar kita bersikap baik dengan ikhlas, atau dengan "karena" juga. Karena kita sudah digaji, karena kita hanya bawahan, atau karena kita memang berkewajiban untuk selalu senyum kepada pelanggan. Sulit memang menanamkan keikhlasan di hati kita, walau di hal sekecil apapun. Pasti kebanyakan dengan faktor "karena".

Ya ilmu ikhlas itu terdengar ringan. Tetapi sulit untuk dipraktekan. Seberapa besar kita mencoba untuk ikhlas, terkadang muncul sifat alami sebagai manusia yang tak pernah sempurna. Hanya Allah yang bisa menilai keikhlasan yang ada dihati.

Semoga Allah selalu menjadikan kita orang ikhlas dalam melakukan segala amal kebaikan. Amin ^^

Senin, 15 Februari 2010

POAC


Secara umum, dunia manajemen menggunakan prinsip POAC. atau Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Prinsip manajemen ini banyak digunakan oleh organisasi dewasa ini untuk memajukan dan mengelola organisasi mereka. Berikut akan kami jelaskan masing masing point tersebut :


Planning 
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”. (Al Anfaal ayat 60)

Dalam perencanaan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Yaitu harusSMART yaitu Specific artinya perencanaan harus jelas maksud maupun ruang lingkupnya. Tidak terlalu melebar dan terlalu idealis. Measurable artinya program kerja atau rencana harus dapat diukur tingkat keberhasilannya. Achievable artinya dapat dicapai. Jadi bukan anggan-angan. Realistic artinya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi tetap ada tantangan. Time artinya ada batas waktu yang jelas. Mingguan, bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan. Sehingga mudah dinilai dan dievaluasi.

Organizing 
“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”.(Ash Shaff ayat 4).

Agar tujuan tercapai maka dibutuhkan pengorganisasian. Dalam perusahaan biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi. Yang kemudian dipecah menjadi berbagai jabatan. Pada setiap jabatan biasanya memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang dan uraian jabatan (Job Description). Semakin tinggi suatu jabatan biasanya semakin tinggi tugas, tanggung jawab dan wewenangnya. Biasanya juga semakin besar penghasilannya. Dengan pembagian tugas tersebut maka pekerjaan menjadi ringan. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Disinilah salah satu prinsip dari manajemen. Yaitu membagi-bagi tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing.

Actuating
“Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At Taubah 105).

Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja. Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang telah disusun. Kecuali memang ada hal-hal khusus sehingga perlu dilakukan penyesuian. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.

Controlling 
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”(Al Qaaf 16-18).

Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengontrolan. Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit. Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pengorganisasian. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan koreksi, antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan zaman.




Sumber http://syaddad.wordpress.com

Rabu, 03 Februari 2010

POLISI MESIR yg aneh

copas dari thread yang aku buat di kaskus ^^


http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1008862

Kejadiannya pas agustus tahun lalu, saat gw liburan ke Mesir
Setelah seharian tour keliling Mesir
gw minta sama tour guide na ( kebetulan org Indonesia yg kuliah di Al-Azhar) untuk jalan2 ke pusat kota coz gw pengen nyobain naik subway (kereta bawah tanah) disana

akhirnya gw pergi b-5 dgn tmn2 satu tour (yg remaja aja, ortu tinggal di hotel)
untuk menuju ke stasiun gw naik bus (sama aja kyk bus di indo..aga butut )
sampe disana gw beli tiket truz nunggu sampe kreta na datang
sambil nunggu, gw keluarin kamera HP, truz pngen foto2 gitu
(maklum cewek, narsis dikit)
baru maw take pic, tiba2 police Mesir datangin gw
dan ngerampas HP gw

nah..gw bingung..dia nyerocos pke bhs Arab gitu, mana gw ngerti 
trz HP gw dibuka2 gt

akhirnya tour guide gw turun tangan dan ngobrol sama polisi itu pake bhs Arab juga
gw cuma bengong aja denger mereka ngomong
baru deh setelah 2-3mnt HP gw dibalikkin

trz tour guidenya cerita
klo polisi itu nyangka gw mata-mata asing yg maw menyadap stasiun subway Mesir.
gw dan tmn2 ngakak habiz, untung aja tour guide nya ngejelasin.
klo kita cm turis yg ingin jalan2 aja.

hahaha..aneh2 aja polisi sana..lagian..curiga nya terlalu berlebihan.
padahal gw dan tmn2 cuma bpenampilan biasa aja.

maka nya sejak itu gw ga berani lagi keluarin HP yg pake kamera klo jalan di pusat kota.
mgkn orang sana HP na msh jadul kali ya.
jadi ga pernah liat HP camera 



ini gw ksh pic police Mesir

Makan di Resto Mesir kayak di Penjara

copas..dari thread yg kubuat di kaskus.. ^^
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1036508

gw mau share lg neh, setelah kemaren cerita tentang "Polisi Mesir yg Aneh"
skr cerita tentang tempat makan yg gw kunjungi di salah satu resto Mesir

disana gw nyobain masakkan Mesir macaroni + nasi, lalu bumbunya kayak spagetti gt (maap kalau tulisannya salah)

pas gw makan, gila rasa makanannya ga karuan gt
(masih enakkan masakkan Indonesia deh)
gurih ga, pedes jg ga, tp aga asem
udah itu pas gw tambahan cabe, tetep aja ga pedes
(kata orang Indonesia di Mesir, sambel disini memang ga pedes)

pas gw mau minum air putih ternyata disini cuma disediain beberapa gelas yg di pakai beramai-ramai dgn pengunjung lain tanpa dicuci 
untung aja gw beli air mineral botol

ini gw kasih pic contoh makanan dan mangkok aluminium (kyk di penjara) yg di pakai di Resto Mesir






Minggu, 17 Januari 2010

Pakaianku??

Aku manusia yang penuh dengan kekurangan dan kekhilafan. Godaan duniawi selalu datang menghantui disetiap hariku. Waktu SMA dulu aku sempat berpikir, kalau memakai jilbab itu kuno, Islam yang fanatik, seperti ibu-ibu, tidak bisa tampil cantik. Sehingga aku terpikir "nanti saja pakai jilbabnya kalau sudah menjadi ibu-ibu". Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, tiba-tiba hidayah itu datang. Ntah bagaimana, ada keinginan kuat dari dalam hati untuk memakai jilbab. Ya walau jilbab yang belum sempurna.


Pandangan negatif orang pun satu per satu bermunculan. Ada yang berpikir "Ngapain pakai jilbab kayak gitu, ga gaul." ada juga yang bilang "Yakin pakai jilbab? Paling sebentar lagi lepas". Atau ada yang bilang "Gw mah mending ga pakai jilbab, dari pada jilbab modis kyk gitu."


Ya aku tau, aku belum memakai jilbab secara syar'i tetapi aku hanya memulai, memulai belajar memakai jilbab. Aku ingin berlahan-lahan, memahami agama selangkah demi langkah, aku ingin berubah karena Allah, karena keinginan hati, bukan karena desakan orang atau mengikuti trend.


Dampak positifpun aku rasakan. Mulai dari rajin menjalankan shalat 5 waktu hingga mulai kembali membaca Al-quran. Sebelum memakai jilbab aku sering lalai mengerjakan shalat, apalagi membaca Al-quran. Alhamdulillah sejak memakai jilbab banyak sekali rejeki yang Allah berikan kepadaku.


Tetapi aku sadar semua yang kujalani ini belum sesuai dengan yang Islam inginkan. Sebagai seorang wanita tentu ingin dikagumi dan diperhatikan oleh lawan jenis. Memakai pakaian yang modis, berdandan yang cantik, dll. Tetapi Allah menginginkan kita sebagai seorang wanita untuk menutupi semua aurat itu jika berada di tempat umum. Sesuai dengan surat Al Ahzab ayat 59. "Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal sehingga mereka tidak diganggu." 



  1. Pakaian muslimah itu harus menutup seluruh badannya kecuali wajah dan kedua telapak tangan (lihat Al Ahzab : 59, An Nuur : 31). Selain keduanya seperti leher dan lain-lain, maka tidak boleh ditampakkan walaupun cuma sebesar uang logam, apalagi malah buka-bukaan. Bahkan sebagian ulama mewajibkan untuk ditutupi seluruhnya tanpa kecuali-red.

  2. Bukan busana perhiasan yang justeru menarik perhatian seperti yang banyak dihiasi dengan gambar bunga apalagi yang warna-warni, atau disertai gambar makhluk bernyawa.

  3. Harus longgar, tidak ketat, tidak tipis dan tidak sempit yang mengakibatkan lekuk-lekuk tubuhnya tampak atau transparan.

  4. Tidak diberi wangi-wangian atau parfum karena dapat memancing syahwat lelaki yang mencium keharumannya. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang wanita diantara kalian hendak ke masjid, maka janganlah sekali-kali dia memakai wewangian” (HR. Muslim). Kalau pergi ke masjid saja dilarang memakai wewangian lalu bagaimana lagi para wanita yang pergi ke kampus-kampus, ke pasar-pasar bahkan berdesak-desakkan dalam bis kota dengan parfum yang menusuk hidung. Wallohul musta’an.

  5. Tidak menyerupai pakaian laki-laki seperti memakai celana panjang, kaos oblong dan semacamnya. Rosululloh melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki (HR. Bukhori).

  6. Tidak menyerupai pakaian orang-orang kafirNabi senantiasa memerintahkan kita untuk menyelisihi mereka diantaranya dalam masalah pakaian yang menjadi ciri mereka.

  7. Bukan untuk mencari popularitas. Untuk apa kita mencari popularitas wahai saudariku? Apakah kita ingin terjerumus ke dalam neraka hanya demi popularitas semu. Lihatlah isteri Nabi yang cantik Ibunda ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha yang dengan patuh menutup dirinya dengan jilbab syar’i, bukankah kecerdasannya amat masyhur di kalangan ummat ini. Wallohul muwaffiq.

Ya.. pakaian dan penutup kepalaku masih jauh dari apa yang diperintahkan Allah. Aku ingin sekali merubahnya. Merubah semua yang aku lakukan kini sesuai dengan syar'i. Aku ingin belajar agama lebih dalam lagi. Karena aku ingin menjadi muslimah yang selalu beriman dan bertakwa kepada Allah.


Mungkin akan banyak lagi pandangan negatif orang terhadapku jika aku merubah semua itu. Aku ingin masuk ke kelompok orang yang dulu aku tidak sukai, yang aku anggap tidak modis. Tetapi buatku lebih baik jelek di mata manusia tetapi bagus di mata Allah. Aku ingin berubah,   bantu aku ya Allah untuk menuju jalan Mu yang lebih baik.


Aku bukanlah wanita yang sempurna dan tidak akan menjadi sempurna. Semoga Allah selalu memberikan HidayahNya kepada hambanya. Amin.

Rabu, 16 Desember 2009

Student centered Approach

Prinsip student-centered ditujukan kepada siswa. Sebuah studi, persepsi murid terhadap lingkungan pembelajaran yang positif dan hubungan interpersonal dengan guru merupakan faktor yang paling penting yang memperkuat motivasi dan prestasi murid (McCombs, 2001; McCombs & Quiat, 2001). Prinsip ini menekankan pembelajaran dan pelajar yang aktif dan reflektif. Prinsip student-centered dapat diklasifikasikan menjadi 4 faktor:
1. Faktor Kognitif dan Metakognitif

a. Sifat proses pembelajaran.
Pembelajaran yang baik adalah pelajar yang aktif, punya tujuan, mampu mengatur diri mereka sendiri, dan bertanggung jawab terhadap pembelajaran mereka sendiri.

b. Tujuan proses pembelajaran.
Murid memiliki tujuan yang relevan secara personal. Murid membuat tujuan-tujuan jangka pendek, dengan seiring berjalannya waktu mereka meningkatkan pengetahuan dan memperdalam pemahaman mengenai konsep-konsep, sehingga mereka dapat mencapai tujuan jangka panjang. Tugas guru disini adalah membantu murid untuk menentukan jangka panjang dan jangka pendek yang bermakna.

c. Kontruksi pengetahuan
Murid menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya. Pengetahuan akan bertambah luas dan makin mendalam dengan membangun hubungan antara informasi baru dengan pengalaman dan pengetahuan yang sudah ada.

d. Pemikiran strategis
Murid hendaknya menciptakan dan menggunakan berbagai strategi pemikiran dan penalaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Murid terus menerus mengembangkan keterampilan strategis dengan mengevaluasi strategi pemikiran yang mereka gunakan sebelumnya.

e. Metakognisi ( Memikiran tentang pemikiran )
Murid menciptakan cara mereka belajar dan berpikir untuk menuju tujuan pembelajaran.
Murid mengetahui apa yang harus dilakukan ketika muncul masalah atau ketika mereka tidak membuat kemajuan yang berarti mereka mencari alternatif lain untuk membuat suatu kemajuan.

f. Konteks pembelajaran
Pembelajaran dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan seperti budaya, teknologi, dan praktik instruksional.


2. Faktor motivasi dan emosional
a. Pengaruh motivasi dan emosi terhadap pembelajaran.
Emosi positif seperti rasa ingin tahu, akan membantu seseorang untuk memperlancar proses belajar. Kecemasan yang moderat pun dapat memperbaiki pembelajaran. Namun, emosi negatif yang parah seperti kecemasan yang besar, panik, kemarahan, dan pemikiran yang terkait dengan emosi negatif lainnya ( takut berlebihan, takut gagal, dan takut hukuman ) dapat melemahkan permbelajaran.

b. Motivasi intrinsik untuk belajar.
Adalah motivasi dari diri sendiri ( self-determined ). Guru merangsang motivasi intrinsik anak dengan mendukung rasa ingin tahu dan peka terhadap perbedaan individual.

c. Efek motivasi terhadap usaha.
Usaha adalah aspek penting dalam motivasi.

3. Faktor sosial dan developmental.
a. Pengaruh perkembangan terhadap pembelajaran.
Perkembangan fisik, kognitif, dan domain sosioemosional individu bervariasi, maka prestasi juga bervariasi. Perkembangan dipengaruhi oleh sekolah, keluarga, komunitas, dan budaya. Keterlibatan orang tua yang positif dan secara kontinu dalam pembelajaran anak dan sekolah akan bermanfaat bagi perkembangan anak.

b. Pengaruh sosial terhadap perkembangan.
Pembelajaran dipengaruhi oleh interaksi sosial, hubungan interpersonal, dan komunikasi dengan orang lain. Hubungan interpersonal yang berkualitas dapat menghasilkan rasa percaya diri dan perhatian sehingga meningkatkan rasa memiliki, penghargaan diri, penerimaan diri, dan menghasilkan iklim pembelajaran yang positif.

4. Faktor perbedaan individual.
a. Perbedaan individual dalam pembelajaran.
Setiap individu memiliki strategi yang berbeda, pendekatan berbeda, dan kemampuan berbeda untuk belajar. Perbedaan ini karena adanya perbedaan pengalaman dan hereditas. Tiap individu akan memilih cara sendiri untuk belajar dan langkah yang diambil dalam belajar.

b. Pembelajaran dan diversitas.
Pembelajaran akan lebih efektif jika perbedaan bahasa, kultural, dan latar belakang sosial individu ikut dipertimbangkan. Guru perlu sensitif terhadap variasi tersebut. Apabila perbedaan individual dan latar belakang individu lebih dihargai dan diakomodasikan maka motivasi dan prestasi mereka biasanya bertambah.

c. Standar dan penilaian.
Menentukan standar yang tinggi dan menantang, dan menilai kemajuan pembelajaran adalah bagian integral dari proses pembelajaran.

Beberapa strategi instruksional student-centered
1. Pembelajaran berbasis problem.
Metode ini menekankan pada pemecahan problem kehidupan nyata. Siswa seringkali dihadapkan kepada masalah konkret sehari-hari. Dengan demikian diharapkan siswa sudah terbiasa manangani sebuah isu dan kemudian memecahkan masalah.

2. Pertanyaan esensial.
Adalah pertanyaan yang merefleksikan inti dari kurikulum. Pertanyaan esensial akan membuat murid bingung yang merangsang mereka untuk berpikir, dan memotivasi rasa ingin tahu mereka.

3. Pembelajaran penemuan.
Pembelajaran dimana murid menyusun pemahaman sendiri. Pembelajaran ini mendorong murid untuk berpikir sendiri dan menemukan cara menyusun dan mendapatkan pengetahuan. Guru memfasilitasi pembelajaran dengan memberikan aktivitas yang merangsang murid untuk mencari tahu.

Evaluasi student-centered approach.
1. Pendekatan ini mendorong murid secara aktif menyusun pemahaman, menentukan tujuan dan rencana, berpikir mendalam dan kreatif, memecahkan masalah konkret, mengembangkan rasa percaya diri, memotivasi diri sendiri, mengontrol emosi, belajar, bekerja sama secara efektif dengan orang lain, mengevaluasi diri dan memenuhi standar.

2. Metode ini tidak cocok untuk pengajaran awal karena murid belum memiliki pengetahuan yang mantap untuk membuat keputusan tentang bagaimana dan apa yang harus mereka pelajari.

Daftar pustaka :
Santrock. J. W. (2008). Educational psychology (edisi ke-2). New York: McGraw-Hill